Sejarah Berkembangnya Busana Muslim Di Indonesia

Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki banyak kebutuhan demi keberlangsungan hidupnya. Kebutuhan manusia sendiri bisa dibagi menjadi 3 golongan. Pertama adalah kebutuhan Primer, kedua Sekunder dan yang ketiga adalah kebutuhan tersier. Kebutuhan primer sendiri merupakan kebutuhan yang sangat harus terpenuhi. Artinya kebutuhan tersebut merupakan yang paling pokok, yang mana apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan dalam hidupnya.

Kebutuhan primer manusia sendiri ada 3, pertama sandang, kedua pangan, ketiga adalah papan. Sandang atau berpakaian merupakan hal yang paling pokok di antara ke 3 kebutuhan primer tersebut. Karena sandang atau pakaian atau bisa disebut busana merupakan hal yang paling penting bagi manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Dilihat dari kurun waktu, awalnya manusia memanfaatkan kulit kayu atau kulit hewan sebagai alat untuk menutupi tubuh mereka. Namun seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, manusia mulai memintal kapas dan menjadikannya sebagai benang untuk kemudian ditenun dan menjadi bahan pakaian.

Sementara bagi penganut agama Islam atau biasa disebut muslim, mereka sangat peduli dengan busana mereka. Karena busana bagi orang muslim memiliki 2 konteks, yakni selain hanya untuk menutup tubuh sebagai manusia yang berbudaya, juga sebagai alat untuk menutup aurat. Indonesia sendiri adalah sebagai negara yang memiliki populasi penganut agama Islam terbesar di dunia hingga berjumlah 240.271.522 atau 85,1% dari jumlah total penduduk. Maka hal inilah yang menjadikan industri busana muslim di Indonesia sangat besar peminatnya.

Busana muslim sendiri merupakan model pakaian yang disesuaikan dengan aturan kehidupan penganut agama islam. Biasanya untuk busana muslim perempuan merupakan pakaian yang menutup aurat dan serba panjang sebagai ciri khasnya. Pakaian tersebut biasanya harus bisa menutupi rambut, leher, tangan dan kaki. Atau hanya terlihat bagian muka dan telapak tangan sesuai syariat.

Dilihat dari konteks sejarah kontemporer busana muslim di Indonesia, pada kala itu pemerintahan Orde Baru adalah yang pemerintahan yang selalu mendorong organisasi Islam ke dalam masalah sosial. Penggunaan jilbab menjadi sesuatu yang populer pada masa 90-an. Hal tesebut disebabkan oleh situasi politik Indonesia yang mulai membuka jalan bagi perkembangan organisasi organisasi Islam.

Soeharto yang menjadi penguasa zaman Orde Baru yang memulai untuk melakukan pendekatan kepada pemimpin pemimpin di negera Islam. Bahkan Soeharto sempat memberi bantuan dana untuk pembangunan institusi dan perkembangan organisasi organisasi Islam. Mbak Tutut, salah satu anak Soeharto bahkan mulai menggunakan jilbab dengan gaya yang cukup menarik sebagai daya tarik pada masa tersebut.

Hal ini berefek pada banyaknya perempuan perempuan yang mulai mengikuti gayanya. Ini bisa dikatakan sebagai awal mula gerakan mode busana muslim. Dan berkembang hingga sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *